ALUMNI PMKRI BOGOR : SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL HARUS STANDAR AKADEMIS

0
WhatsApp-Image-2023-09-15-at-19.02.51

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor Santo Joseph a Cupertino mengadakan pelatihan pembuatan proposal dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada 14 September 2022 di Aula Marga Putra.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Bogor, Aurelius Maria De Quirino, yang akrab disapa Mayo, menyampaikan bahwa proposal merupakan usulan kegiatan yang dituangkan dalam bentuk tulisan dan berisi rancangan kegiatan secara sistematis.

“Proposal adalah dokumen yang berisi rincian kegiatan yang sistematis, dibuat secara jelas untuk mendapatkan persetujuan dari pihak tertentu. Proposal juga menampilkan secara rinci dana yang dibutuhkan,” tutur Mayo.

Ia menambahkan bahwa PMKRI sebagai organisasi yang mengandalkan proposal sebagai alat komunikasi formal, perlu membekali para kader dengan pelatihan yang memadai.

“Proposal adalah alat komunikasi formal di PMKRI. Maka dari itu, setiap kader harus diberikan pelatihan yang serius, tentunya oleh narasumber yang profesional,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PMKRI Cabang Bogor, Teresia Sinaga, menjelaskan bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) merupakan dokumen yang menjelaskan pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir sebagai bentuk tanggung jawab tertulis yang disusun secara rinci.

“Secara garis besar, LPJ menjelaskan proses kegiatan dari awal sampai akhir. LPJ juga menjadi bentuk tanggung jawab pelaksana kegiatan secara tertulis, mulai dari pelaksanaan kegiatan, tujuan, latar belakang, waktu pelaksanaan, hingga manfaat kegiatan tersebut,” ujar Teresia.

Ia juga berharap para kader PMKRI Bogor dapat lebih proaktif dalam menggali informasi dari narasumber agar memperoleh pemahaman yang maksimal. Menurutnya, keterampilan menyusun proposal dan LPJ menjadi bekal penting, baik bagi mahasiswa semester akhir yang akan memasuki dunia kerja maupun mahasiswa baru yang akan melanjutkan roda kepengurusan organisasi.

“Saya berharap teman-teman bisa lebih aktif agar tidak memahami materi setengah-setengah. Ini adalah bekal penting bagi yang hampir lulus dan juga bagi mahasiswa baru dalam menjalankan roda kepemimpinan,” tutupnya.

Sebagai narasumber, Alfonso Harianja menegaskan bahwa pembuatan proposal harus ditulis secara spesifik, terukur, dapat dicapai, dan relevan. Ia menekankan bahwa PMKRI sebagai organisasi intelektual harus mampu menyusun proposal dan LPJ dengan standar akademis.

“Pada bagian tujuan dalam proposal, harus ditulis secara spesifik, terukur, dapat dicapai, dan relevan. Karena kader-kader PMKRI adalah kaum intelektual, alangkah baiknya menyusun proposal dengan standar akademis serta menghindari penggunaan gambar yang terlalu ramai,” tutur alumni PMKRI Cabang Bogor tersebut.

Di akhir sesi, Alfonso juga membuka ruang bagi kader PMKRI yang membutuhkan pendampingan, khususnya dalam penyusunan skripsi dan karya ilmiah lainnya.

“Nanti kalau ada kendala dalam penyusunan skripsi atau yang lainnya, hubungi saja saya agar kita bisa berdiskusi,” tutupnya.

Penulis (Mayo De Quirino)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!