Target Pendidikan Gratis di Papua: Langkah Strategis Menuju Generasi Emas 2045

0
WhatsApp-Image-2024-07-09-at-23.45.49_d9fee715-2048x1536

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menggelar Kongres XXXIII dan MPA XXXII St. Thomas Aquinas yang berlangsung meriah di Auditorium Kantor Bupati, Merauke, pada 8 Juli 2024. Kegiatan hari kedua tersebut dibuka dengan tarian adat Papua yang mencerminkan kekayaan budaya sekaligus semangat persaudaraan dalam forum nasional tersebut.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. Drs. Yohan, M.Si., Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan dari Kementerian Pendidikan dan Olahraga, serta Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., IPM.

Dalam sambutannya, Dr. Drs. Yohan, M.Si. menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada penguatan kapasitas pemuda Indonesia. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., IPM, menegaskan bahwa Merauke tidak seperti persepsi negatif yang kerap beredar. Ia menyampaikan bahwa situasi di Merauke saat ini aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat maupun tamu yang berkunjung. Ia juga berharap para peserta kongres dapat menyampaikan pesan tersebut kepada seluruh kader PMKRI di Indonesia, bahwa Merauke merupakan daerah yang nyaman dan terbuka bagi siapa saja.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu:

  1. Romo A. Setyo Wibowo, SJ, yang membahas demokrasi dan politik dalam konteks pembangunan ekologis.

  2. Korinus Arland, Direktur PT Freeport Indonesia, yang memaparkan tentang pembangunan berkelanjutan di Papua serta memberikan motivasi kepada kader PMKRI di seluruh Indonesia.

  3. Damianus Katayu, Ketua MRP Papua Selatan, yang membahas isu hak asasi manusia (HAM) dan peran masyarakat adat dalam pembangunan daerah.

Dalam sesi tanya jawab, Ketua PMKRI Cabang Kefamenanu mengusulkan agar pendidikan di wilayah Papua digratiskan guna meningkatkan akses pendidikan, sebagai langkah strategis menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Kongres dan seminar nasional ini diharapkan mampu memberikan wawasan yang komprehensif sekaligus inspirasi bagi mahasiswa Katolik Indonesia dalam membangun masa depan bangsa. Momentum ini juga diharapkan memperkuat komitmen PMKRI untuk terus berkontribusi aktif dalam akselerasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!