JK Buka Kongres PMKRI Ke-29 dengan Sindiran untuk Mahasiswa

Senin, 25 Januari 2016
JK Buka Kongres PMKRI Ke-29 dengan Sindiran untuk Mahasiswa

Jakarta – Membuka Kongres Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ke-29 Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) ke-28, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan agar para mahasiswa tidak hanya memikirkan masuk dunia politik dalam upaya membangun bangsa yang berkeadilan.

Tetapi, lanjut JK, sebagai mahasiswa mempersiapkan diri dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu menopang bangsa menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan kemajuan teknologi.

“Tugas kita semua mempersiakan diri dalam ilmu, teknologi dan pengetahuan lainnya untuk menjalankan pemerintahan ke depan. Semakin maju negara lain, kita harus perkuat pondasi kita. Memperkuat industri, Informasi Teknologi. Artinya, kembali lagi ilmu pengetahuan,” kata JK dalam pidato pembukaannya di Istana Wapres, Jakarta, Senin (25/1).

Kemudian, JK juga mengingatkan agar mahasiswa jangan hanya semangat bicara politik. Sebab, dalam membangun bangsa dibutuhkan juga kalangan profesional dan pengusaha.

Apalagi, ungkapnya, berdasarkan data yang terpublikasi oleh World Bank (Bank Dunia), Indonesia adalah salah satu bangsa yang tingkat kesenjangannya sangat besar dalam penguasaan aset-aset bangsa.

“Oleh karena itu, saya selalu mendorong kepada mahasiswa untuk bergerak maju. Kalau semua berpikir menjadi politisi, anggota DPR dan bupati sulit. Tetapi, meningkatkan ilmu pengetahuan. Kemiskinan dan kesenjangan harus diselesaikan dengan kerja keras. Kita mendorong agar timbul pengusaha-pengusaha muda yang baru,” ujar JK.

Menurut JK, pemerintah telah berusaha memfasilitasi mahasiswa untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Terbukti, dengan tingginya anggaran pendidikan, yaitu 20 persen dari total APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Kemudian, ungkap JK, setidaknya dalam satu tahun pemerintah memiliki dana sebesar Rp 220 triliun untuk beasiswa.

Oleh karena itu, kembali JK mendorong agar para mahasiswa meningkatkan ilmu pengetahuan untuk membantu mengurangi kesenjangan di negara ini.

Secara terpisah, Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI periode 2013-2015, Lidya Natalia Sartono mengaku bangga bahwa Kongres ke-29 dan Sidang MPA ke-28 dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) di Istana Wapres, Jakarta, Senin (25/1).

Selanjutnya, dalam pidatonya, Lidya mengharapkan pemerintah mampu menciptakan keadilan sehingga tidak ada jarak antara desa dan kota ataupun timur dan barat.

“Masuk tahun 2016, masuk MEA (Masyakarat Ekonomi Asian). Untuk menyambut MEA pemerintah mengandalkan membangun desa. Kita harap ini bisa dilakukan sehingga tidak ada jenjang antara desa dengan kota. Semoga ke depannya bisa diseimbangkan dalam keadilan,” kata Lidya.

Kemudian, lanjutnya, mahasiswa juga akan berusaha memperjuangkan keadilan bagi daerah melalui jalur ataupun bidang masing-masing.

Namun, di hadapan JK, Lidya juga sempat mempertanyakan masa depan kader PMKRI. Mengingat, sulitnya masuk ke dunia politik. Oleh karena itu, Lidya meminta arahan dan nasihat dari JK selaku Wakil Presiden.

Seperti diketahui, Kongres dan Sidang MPA yang akan dihadiri oleh seluruh cabang PMKRI se-Indonesia ini akan berlangsung di Jakarta, 24-30 Januari 2016.

Suara Pembaruan
Novi Setuningsih/FMB

Sumber:
http://www.beritasatu.com/nasional/344343-jk-buka-kongres-pmkri-ke29-dengan-sindiran-untuk-mahasiswa.html

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*