Buka kongres PMKRI, Wapres JK desak mahasiswa lebih sensitif pada kesenjangan

25/01/2016
Buka kongres PMKRI, Wapres JK desak mahasiswa lebih sensitif pada kesenjangan

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta mahasiswa, termasuk Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), tak hanya memprotes dan demo soal politik, tapi lebih sensitif pada kesenjangan masyarakat dan lingkungan.

“Jangan hanya sensitif di masalah sosial politik, tapi sensitif di lingkungan, kesenjangan, politik bisa kita dorong dengan demo tapi kemiskinan dan kesenjangan harus dengan kerja keras,” kata Wapres JK di Istana Wakil Presiden, Senin, 25 Januari 2016, seperti dilansir Tempo.co.

Pesan Wapres JK disampaikan kepada Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ketika meresmikan Pembukaan Kongres ke-29 dan MPA ke-28.

Ia meminta organisasi mahasiswa tak hanya semangat bicara politik karena saat ini Indonesia kekurangan ahli maupun pengusaha yang baik. Maka ia meminta mahasiswa tidak melulu bercita-cita jadi politikus atau anggota DPR.

Wapres JK menilai Indonesia lebih membutuhkan banyak profesional dan pengusaha di masa depan.

Ketua Pengurus Pusat PMKRI Widia Natalia Sartono mengatakan organisasinya menggelar kongres sebagai ruang silaturahmi.

“Situasi hari ini membuat kita melihat kemajemukan isu yang terjadi tapi paling utama soliditas kebangsaan sehingga mewujudkan keadilan, kalau ada ketimpangan dan keadilan belum terwujud,” kata dia.

Menurut Widia, situasi saat ini membuat semua pihak was-was dan saling curiga sehingga perlu suara anak muda dalam pembangunan Indonesia.

Sumber:

Buka kongres PMKRI, Wapres JK desak mahasiswa lebih sensitif pada kesenjangan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*